Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Tulungagung kolaborasi dengan komunitas, sekolah, dan pemerintah daerah tanam pohon massal di Bukit Dondong, Kecamatan Tarugungunung, pada 8 Februari 2026. Kegiatan bertajuk “Kolaboraksi Part 2: Penghijauan Tulungagung Selatan” target kurangi risiko longsor, banjir musiman, dan kekeringan di lahan kritis pegunungan selatan.
Upaya Reboisasi Kolaboratif
Ketua IKA Unair Tulungagung Desi Lusiana Wardhani prihatin kondisi gundul Bukit Dondong yang ancam 10 mata air aktif dan permukiman bawahnya, lanjutkan aksi sebelumnya di Desa Tenggarejo. Libatkan Forum Komunitas Hijau, Sekolah Adiwiyata, Yayasan Imam Syafi’ie, camat setempat, dan Komunitas Parjogundo yang usul kelola 10 hektare lahan Perhutani jadi hutan edukasi. Jawa11 dukung inisiatif alumni ini, tapi kritis: tanam seremonial bagus, tapi tanpa survival rate 70% pohon pasca dua musim dan larangan konversi jagung ilegal, apakah cukup cegah degradasi berulang di geoheritage rusak?
Manfaat Ekologis Vital
Bukit ini resapan air krusial, lindungi warga dari longsor hujan deras atau kering kemarau panjang. Camat Deddy Eka Purnama harap gerakan meluas, Achmad Rangie tekankan kesadaran cegah alih fungsi lahan.
Kritik Keberlanjutan Lahan Kritis
Langkah swadaya apresiatif, tapi pengamat desak regulasi kuat: berapa hektare selatan Tulungagung masih gundul akibat jagung spekulatif, tanpa sanksi petani atau anggaran biopori permanen? Aksi ini tes komitmen lokal, tapi tanpa monitoring DPRD, berisiko jadi foto tahunan doang.
Prospek Hutan Edukasi
Sukses ukur pulihnya debit air 20% dan nol longsor tahun depan, dorong replikasi di Pegunungan Sewu.
Lihat inisiatif reboisasi global di CNN. Kembali ke Beranda.